Perjalanan Karir Nadin Amizah Serta Kisah Dalam Kehidupannya

www.cihost.comPerjalanan Karir Nadin Amizah Serta Kisah Dalam Kehidupannya. Nadin Amizah lahir di Bandung pada 28 Mei 2000. Ia menekuni dunia tarik suara dengan mengunggah cover lagu di media sosial (dari Instagram hingga YouTube). Suara merdu Nadin Amizah pun berhasil menarik perhatian banyak orang termasuk DJ Dipha Barus.

Di tahun 2017, Dipha Barus berkolaborasi dengan Nadin menciptakan lagu “All Good”. Sejak saat itu, Nadin semakin banyak menerima undangan untuk mengikuti berbagai kegiatan, salah satunya “Sir Prambanan 2020”.

Tak hanya Dipha Barus, Nadin juga berkolaborasi dengan penyanyi lain. Dari lagu “Amin Paling Serius” karya Sal Priadi, hingga lagu “Beauty and the Beast” karya Adera, hingga Materi Halo dan lagu “Teralih”.

Wanita kelahiran Bandung ini juga banyak memperkenalkan lajang. Ini termasuk “Rumpang”, “Sorai”, “Star” dan “Like Bones”. Pada 28 Mei 2020, Nadin merilis album selamat ulang tahun yang berisi 10 lagu.

Fakta

Selain dikenal dengan suaranya yang merdu dan karir yang luar biasa, Nadine juga memiliki banyak fakta menarik. Ingin tahu? Berikut fakta-fakta Nadin Amizah.

Keluar dari kontes bakat sensasional media sosial

Sebelum bekerja dengan Dipha Barus, Nadin pernah mengikuti ajang pencarian bakat “Social Media Sensation” 2016. Dia juga memenangkan tempat ketiga. Sejak itu, Nadin semakin aktif di industri musik.

Membaca puisi di atas panggung

Nadin Amizah memiliki ciri khas tersendiri saat bernyanyi di atas panggung. Wanita berusia 20 tahun ini biasanya membacakan puisi sebelum bernyanyi. Ini dilakukan untuk menutupi ketegangan dan menyapa para fans.

Sulit untuk mempertahankan hubungan jangka panjang

Pelantun lagu “Cermin” itu sepertinya kesulitan menjalin hubungan jangka panjang dengan orang-orang. Nadin mengungkapkan bahwa hubungan terlama yang dia miliki hanya sekitar 1,5 tahun.

Penghargaan

Berbagai penghargaan telah diraih Nadin Amizah, di antaranya kategori Dipha Barus Best Dance atau Electronic Production di Indonesian Music Awards 2017. Kemudian, pada tahun 2018, ia dinominasikan untuk AMI Award dalam dua kategori aransemen Ulang Terbaik Dipha Barus untuk karya musik folk / country terbaiknya dengan lagu orisinal Divers Barus “All Good” dan “Teralih”. Kerja sama dengan Matter Halo.

Baca Juga: Kisah Dibalik Kematian John Lennon Serta Sosok di Balik Kematiannya

Selain itu, pada 27 November 2019, ia meraih dua penghargaan di AMI Music Awards 2019 untuk singelnya “Rumpang”, yaitu kategori folk / country / produksi folk terbaik dan kategori Pendatang Baru. Sementara itu, lagu “Amin Paling Serius” karya Nadin dan Sal Priadi hanya masuk nominasi AMI Award.

Di awal tahun 2020, Billboard Indonesia Music Awards 2020 yang digelar pertama kali, menominasikan Nadin Amizah dalam tiga kategori yaitu Best New Singer of the Year, Cooperative Song of the Year dan Female Singer of the Year.

Kisah Nadin Amizah

Selain aktif dan dikenal sebagai penyanyi, Nadin Amizah jelas aktif sebagai bintang tamu atau pengisi acara di podcast. Nadine bercerita tentang upayanya melawan rasa tidak aman dan trauma dalam hidup di berbagai kesempatan.

Salah satunya dituturkan oleh Nadin Amizah dalam podcast Makna Talks pada 1 November 2019. Nadin Amizah menceritakan banyak hal, mulai dari fenomena bullying hingga kariernya.

Nadin Amizah berkata: “Bagi mereka yang di-bully, saya pikir mereka masih memiliki hak untuk mengupgrade orang lain sehingga mereka tidak akan terkejut dengan dunia yang akan datang.

Dia melanjutkan: “Saya tidak pernah berbicara tatap muka di depan diri saya sendiri, tetapi saya tidak tahu siapa yang membicarakan saya di luar. Saya hanya memiliki perasaan bahwa dalam dua atau tiga tahun ke depan, saya tidak akan mendengarnya.”

Nadin Amizah pun membagikan pengalamannya saat ibunya menjadi manajer. Bagi Nadin Amizah, saat menggelar aktivitas bermusiknya sendiri, ada beberapa hal yang menguntungkannya.

“Awalnya, saya menangani semua pekerjaan sendiri. Seiring berjalannya waktu, saya merasa membutuhkan seseorang untuk mengaturnya. Hal baiknya adalah ibu saya sendiri adalah seorang manajer, karena saya hanya memiliki satu rumah dan tidak perlu rapat. Aku hanya perlu turun untuk mengobrol. ibuku. ”

“Saya bekerja di sini bukan hanya untuk mencari uang, tapi juga untuk kepuasan terus bekerja. Tapi saya juga paham bahwa saya butuh uang untuk melanjutkan produksi karena tidak murah menjadi musisi.” Tambah Nadine Ami Zha (Nadin Amizah) .

Di podcast berikutnya bersama Duo Budjang di podcast Naro, Nadin Amizah menceritakan latar belakang passion-nya saat SMA.

“Dulu saya berpikir bahwa menyanyi adalah jalan keluar saya dari masalah sekolah menengah. Tapi ketika saya mulai fokus pada menyanyi, perguruan tinggi menjadi jalan keluar saya dalam menyanyi. Jadi inilah cara menyeimbangkan tempat di mana saya bisa merasakan kesenangan dan kesenangan semacam ini. keluar Ada masalah. ”

“Aku benar-benar kesulitan di sekolah menengah. Menurutku tidak banyak kesenangan di sekolah menengah, dan kurasa tidak ada yang menghubungiku. Karena aku juga lebih dewasa lebih cepat dari yang lain. Kupikir akan aneh untuk memberi tahu mereka banyak hal. . ”

Juga melalui obrolan di podcast, Nadin Amizah baru-baru ini berbagi perasaannya dengan musisi yang dia yakini selalu menginspirasi musik.

Dalam podcast “Dear Dear”, Nadin Amizah mengungkap tiga nama musisi yang dikaguminya, yakni Sal Pribadi, Kunto Aji, dan Arina Ephipania dari band Mocca. Tidak seperti podcast sebelumnya, Nadin Amizah mencurahkan isi hatinya dengan membaca surat.

Dalam sepucuk surat kepada Sal Priadi, Nadin Amizah memaparkan persahabatan yang mereka jalin dan kolaborasi tak terlupakan antara dirinya dan Sal melalui single Amin Yang Orang Paling Serius.

Nadin Amizah mengatakan: “Mungkin banyak musisi yang aku kagumi tapi tidak bisa dijangkau. Di saat yang sama, Sal juga kaget dengan karyaku. Kami juga sempat ngobrol. Akhirnya aku ketemu dulu sama (Sal) tulisan.

Sementara itu, bagi Kunto Aji, Nadin Amizah mengatakan bahwa karya solois pria Indonesia membantunya melewati masa-masa sulit karena menghadapi lagu-lagu seperti Sulung, sedih.

“Kamu bisa merasakannya di lagu tertua, di lirik yang berulang. Rasanya seperti mengingatkan saya pada saat itu, dan badai di hati saya secara alami menyusut.”

Nadin Amizah meninggalkan kesan mendalam tentang karir Arina dalam surat ketiganya kepada Arina, ia selalu bisa menyanyi dengan sepenuh hati. “Ini pertama kalinya saya mendengar orang menyanyikan cerita seperti itu. Saya jatuh cinta dengan caranya menyanyi. Saya mendengarkan lagu ini seperti pengakuan.”

Awal karir dan album pertama Nadin Amizah

Nadin Amizah mulai dikenal publik saat masih duduk di bangku SMA. Ia berkolaborasi dengan Dipha Barus dan membawakan single “All Good” di tahun 2017. Nadin dan Dipha membawakan lagu ini pertama kali di Djakarta Warehouse Project (DWP).

Nadin Amizah mengambil langkah mundur sebelum memulai karir menyanyinya sendiri, melakukan debutnya di acara TV swasta “Social Media Sensation” pada tahun 2016, dan Nadin menjadi yang ketiga di akhir acara.

Melalui label Sorai, Nadin Amizah merilis empat (empat) single hingga 2019 yaitu “Rumpang” pada September 2018, “Sorai” pada Januari 2019, “Star” pada akhir Maret 2019 dan September “Like a Bone” 27 Februari, 2019.

Pada 28 Mei 2020, di ulang tahunnya yang ke 20, Nadin merilis album “Happy Birthday”, yang memberinya kejutan. Album pertama Nadin Amizah berisi 10 lagu, yaitu: “Perkenalan”, “Kanyah”, “Paman Tua”, “Kereta Ini Melaju Terlalu Cepat”, “Tumbuh”, “Menghubungkan”, “Taruh”, “Cermin”, ” Menulis bersama lagu “Bleed” dan “Sorak Sorai” bersama Syarikat Idola Remaja (SIR).

Dalam podcast bersama Duo Budjang sebelum perilisan album ini, Nadin Amizah bercerita bahwa album perdananya akan membahas tentang proses mengatasi masalah yang ditemuinya selama beranjak dewasa.

Nadin Amizah berkata: “Pertumbuhan saya sedang berjuang, karena saya mengalami begitu banyak perjuangan ketika saya tumbuh dewasa, jadi itu layak untuk ditulis sebagai penghargaan.”

Tak lama berselang, Nadin Amizah kembali mengerjakan proyek besar. Nadin Amizah kembali ke proyek terbarunya yang bernama Refleksi. Lagu ini merupakan soundtrack film “Mulan” yang dibawakan oleh Yura Yunita, Sivia Azizah dan Agatha Pricilla. Lagu yang dirilis pada 19 November 2020 itu mengharuskan Nadin menyanyikan nada-nada tinggi.

Saat ditawari Nadin Amizah untuk membawakan lagu tersebut, ia tidak percaya diri. Namun, setelah mengetahui bahwa saya akan bernyanyi bersama Yura Yunita, Agatha Pricilla dan Sivia Azizah, Keyakinan ini dipulihkan kembali. Nadin mengaku khawatir akan kesulitan menyanyikan lagu “Reflection”.

“Jadi ketika saya sebenarnya diminta menyanyikan” Mulan Reflection “, saya tidak percaya diri, tetapi ketika saya diberitahu mereka berempat, ‘Wah, saya tidak bisa mendapatkan masa-masa sulit yang saya lalui. Sylvia (Sivia), tolong izinkan saya dan Pricil apa yang bisa kami tekankan, “kata Nadine.

Pada akhirnya setelah mengikuti proyek tersebut, Nadin merasakan pengalaman yang sangat berharga. Padahal, saat itu dia terlibat dalam produksi video klip.

Dia berkata: “Sebenarnya, tidak hanya ketika saya merekam, tetapi juga ketika saya sedang syuting, saya belum pernah memotret sebuah karya sebesar ini. Ini bukan ukuran tetapi pemandangan yang menurut saya terlalu imut,” katanya.

Karakter Nadin Amizah Yang Memotivasi Orang Lain 

Nadin Amizah menjadikan ibunya sebagai sumber inspirasi

Sebagai seorang gadis, Nadin Amizah selalu bekerja keras untuk menghadapi kehidupan dan menginspirasi ibunya.

Kedekatan Nadine dengan orang yang melahirkannya memiliki banyak cerita tersendiri.Bahkan ibunya menulis lagu khusus di album pertamanya yang dirilis pada Mei 2020.

Baca Juga: Wisata Hits Terbaru Di Jember Yang Wajib Anda Kunjungi

“Ibuku adalah wujud yang nyata. Wanita Indonesia bisa menginspirasi wanita lain dan menggunakan kemampuan yang kita miliki untuk menjalankan pekerjaan mereka. Dari ibuku hingga aku, dari aku hingga kamu hingga kamu. Semoga di sana kamu bisa mengutarakan tanganmu. Terlepas dari itu, rintangan, Anda akan menghentikan inspirasi indah yang Anda miliki di tangan Anda. ”

Dari sudut pandang Nadine yang sangat menyukai ibunya, para remaja dapat mengetahui bahwa kapan pun mereka ingin membuat sebuah karya, keluarga menjadi inspirasi.

Selalu menghargai semua masa lalu yang terjadi dalam hidupnya

Setiap keluarga punya cerita sendiri-sendiri, begitu pula keluarga kecil Nadin Amizah. Melalui tweet di Twitter, Nadine pernah mengatakan bahwa dirinya sangat bangga dengan perjuangan ibunya selama ini.

Nadine mengatakan: “Ibuku tidak memiliki identitas laki-laki ketika membesarkanku, hanya Nini M (Nini M) yang membantunya menjadi tulang punggung keluarga. Bekerja di Jakarta, aku hanya pulang setiap akhir pekan untuk melihat dia yang masih tinggal di Bandung. Dua orang putri, “dalam tweetnya.

Ketika Nadine masih kecil, dia terkejut dengan setiap perjuangan ibunya, dan suatu hari dia juga memiliki impiannya sendiri. Ia berharap menjadi orang tua terbaik bagi anaknya kelak.

Nadine berkata: “Dari dulu hingga sekarang, keinginan saya tidak pernah berubah. Saya ingin menjadi seorang ibu dengan hati yang suram dan tempat paling nyaman bagi anak-anaknya untuk pulang. Ibu adalah rumah saya.”

Meski banyak cerita di masa lalunya, Nadin selalu mengapresiasi setiap momen yang terjadi dalam hidupnya.

Mampu menciptakan karya dari hati

Inspirasi menciptakan musik bisa datang dari siapa saja, termasuk orang-orang terdekat dalam keluarga.

Setelah merilis beberapa lagu dari Rumpang, Sorai, Bintang, Amin, yang paling serius dan mirip tulang, akhirnya Nadin Amizah merilis album perdananya. Album “Happy Birthday” tidak diragukan lagi memiliki arti penting tersendiri bagi karir Nadin di industri musik.

Album ini dirilis pada peringatan 20 tahun kelahiran Nadin dan berisi 10 lagu baru.

Setiap lagu juga memiliki pesan tersendiri kepada para pendengarnya, termasuk kisah Nadine yang belajar menerima masa lalu dan berdamai dengan masa lalu.

Menurut Nadin, setiap karya dari hati juga akan menyentuh hati penonton.

Netin berkata: “Bekerja dari hati bisa membawa perubahan yang berarti. Karena percayalah, hal dari hati juga akan menyentuh hati.”

Jika anak sang ibu ini juga memiliki banyak karya seni, perkataan Nadine bisa mencerminkan bahwa ia selalu rela.

Setiap nyanyian memiliki ciri khasnya masing-masing

Nadin Amizah adalah salah satu penyanyi wanita Indonesia yang memiliki penampilan panggung yang unik, meski hanya berbicara puitis, ia mampu memukau banyak orang.

Penyanyi sorai sangat suka menjahit kata-kata indah sebelum bernyanyi di atas panggung.

Meski demikian, penampilan panggung yang sering dibawakan Nadin tetap memiliki kelebihan dan kekurangan.

“Maafkan saya, saya menggunakan puisi untuk menjahit lagu-lagu di atas panggung, karena saya ada pertunjukan panggung. Kalau saya tidak bisa bertanya seperti artis lain, saya tidak bisa bertanya:“ Jakarta, apa kabar? “Dimana suara Bekasi!” “Maaf, saya menggunakan puisi,” tulis Nadine di salah satu tweetnya.

Meski begitu, Nadine tetap menciptakan penampilan panggung dan terus menampilkan puisi pendeknya sebagai daya tarik tersendiri.

Kalaupun Nadin mencoba menjahit lagu dengan puisi, namun jarang diadopsi oleh penyanyi lain, sehingga terlihat unik dan memiliki ciri khas.

Dari Nadin, remaja yang mengapresiasi semua karya bisa memahami bahwa karakteristik itu penting. Dari ciri-ciri tersebut dapat membantu

Bekerja keras untuk mewujudkan setiap impian

Nadin merasa mimpinya berangsur-angsur terwujud.

Nadine menulis dalam video yang diunggah: “Cepatlah, jangan berhenti membangkitkan mimpi. Banyak mimpi. Tidak ada yang tahu mimpi mana yang akan terjadi. Bergembiralah.”

Bahkan anak-anak yang menyukai Nadin pun harus bisa belajar dari idolanya. Saya berharap pendekatan Nadin dalam mewujudkan setiap mimpi yang menjadi kenyataan bisa menginspirasi banyak orang, Bu.

Mampu berkolaborasi dengan banyak orang untuk membuat karya

Sebagai seseorang yang mengembangkan bakat dan karir di industri musik, Nadin Amizah pada akhirnya akan mengenal banyak orang dan bekerja sama satu sama lain. Kolaborasi yang baik akan menghasilkan karya yang disukai banyak orang.

Untuk bisa berduet dengan penyanyi lain, Nadin sudah berkali-kali bekerja sama sambil bernyanyi. Beberapa lagu duetnya, seperti “All Good”, “Teralih” dan “Amin Most Seriously”.

Saat pandemi Covid-19, Nadin juga merilis beberapa karya kolaborasi dengan penyanyi Indonesia lainnya.

Karya terbaru Nadin “Reflection” merupakan soundtrack film “Mulan”. Saat bernyanyi bersama Yura Yunita, Sivia Azizah, dan Agatha Pricilla, ia harus berkolaborasi untuk menciptakan harmoni yang indah.

Selain itu, Nadin belum lama ini merilis lagu kolaborasi dengan Kunto Aji berjudul Selaras. Lagu ini sepertinya mencerminkan banyak kekurangan dari tahun 2020 hingga perencanaan hingga kebebasan.

Mengenai kolaborasi, remaja pun bisa mencontohnya sebagai cara positif untuk berkarya bersama.

Itulah beberapa karakter Nadin Amizah yang bisa diinspirasi dan ditiru oleh para remaja.

Saya berharap anak-anak bisa belajar banyak jika mereka mengagumi karakter Nadin Amizah, Ma.